Senin, 26 Oktober 2015

Denting di Kesunyian. 

Rasa sesal di dasar hati diam tak mau pergi.
Sesal pernah tak menjadi diri sendiri,
Sesal tak sedari dulu menjaga.
Sesal lambat perbaiki diri.
Sesal nyaman menjadi rendah diri.
Sesal tak istiqomahkan hati.
Sesal harus menyesali.
Ku akhiri saja penyesalan, ku simpan masa lalu kupelajari.
Kubekali diriku.
Nyaring itu bangunkan kesunyianku.
Kau ingatkan siapa seharusnya aku.
Kau itu candu.

Sabtu, 24 Oktober 2015

Semburat Kerinduan

Gemericik air kala fajar menyapa, menggelitik pendengaranku.
Mataku terbuka, mencoba tak tertutup lagi.
Ku dengar sayup gemericik itu, ah, ternyata itu bukan air.
Tak lain , itu kamu yang bahkan telah kuasai alam bawah sadarku.
Kerinduan ini aku paksa menjadi indah. Mataku hampir tertutup, dan hanya kau yang nampak.
Hatiku mulai menutup satu-satunya pintu masuk, karena kau sudah disana.
Langkahku tertahan berlari menuju tubuhmu, untuk ku peluk hempaskan sesak didada.
Akan ku habiskan air mataku karena merindu. Aku baru tahu rindu bisa sejahat ini padaku.
Tanganku ingin segera menggenggam jemarimu yang mungil, biarkan aku tak melepasnya hingga ruh_ku yang terlepas.
Keningnmu, segera ijinkan aku mengecupnya. Dan bersujud bersama.
Wajahmu, jadilah yang pertama terlihat ketika ku buka mata, juga yang terakhir ketika ku menutupnya.
Senyummu, itu pasti menjadi ramuan ajaib penghilang peluhku.
Tidak, rindu ini tak mungkin membunuhku.
Rinduku padamu membuatku merindu Sang Pembuat rindu.
Karena_Nya aku merindumu. Engkau tak perlu tahu, tiap waktu aku meminta padaNya, agar nanti kita diijinkan saling melepas rindu. Memadu kasih. Menapaki kehidupan berdua yang kemudian ditambah peri-peri kecil kita yang semoga menjadi pejuang. Memperjuangkan dan membumikan cinta dah kasih.
Tuhan, biar rindu ini menjadikan penantian yang indah, dan akhir yang penuh air mata kebahagiaan.

Tuhan, aku merindu orang yang Kau rindukan. Sungguh, biarkan aku dan Engkau sama-sama merindunya.

Jumat, 23 Oktober 2015

Yo iki,

Yo iki menowo wis wektune, yen Pangeran wis Kerso, menungso yo amung manut sing Kuoso.
abot ora iku mergo kulino, pancen miwiti iku yo rodho susah. ora koyo nek wis kulino. dene wis kulino, kabeh bakal keroso enteng.
yen wis koyo mengkono, jan jane lak yo wis ngerti kuncine, la yo mung kari ngulinakne.
sithik-sithik suwene suwe lak yo akeh to.
kabeh yen amung disawang yo kepenak (la wong kari nyawang), sing nglakoni yo podo wae, nyawang awak dewe yo katon kepenak.
wis wis, ndang ayo di toto maneh niate, di mantepne atine. pangeran ora sare.
elingo marang iki "sing temen bakale kasil". ojo wedi marang janji pangeran.
sing males wae iso, la sing sregep lak yo mestine luwih sipp to. sing tenag wae, dipikir karo turu yo oleh.
ra sah kakehen pikir, akeh ne wae anggone polah,
jare mbah sunan "yen gelem polah, yo bakale mamah". yen bapak e polah, yo anak e tambah.
hehe, ojo di gae pusing, wis ayo siap budhal neng masjid, gek sholat magriban, ben atine ayem.

Suwun.

Kamis, 22 Oktober 2015

I say this "an exam".

what is the more important in achievement than "proses"?
little of us likes "chalenge". and i think it's true.
some like not doing anything and say "my life has been beautiful, it's enough".
people are saying they have their own way to enjoy the life. it's doesn't really matter. they're absolutely right.
and it's mine, my turn to pass the EXAM, so that i'm gonna reach my wonderfull life. and i do believe it's gonna  happen.
a hope "that" doesn't go wrong. where the pain is always gonna be friend for the gain.
God never leaves us, but we do manytimes.
sometime we need to scare the thunder to enjoy the rain then.
to be the great butterflies they need to fast. enjoying their time with God.

Udah gitu aja

Rabu, 21 Oktober 2015

Bagaimana bisa


Bagaimana bisa tulang rusuk tak bersatu dengan sang empunya, tak mungkin.
Mereka tercipta untuk berdua, iya, melengkapi satu dengan yang satunya.
Bagaimana mungkin tulang rusuk akan tertukar, tidak, tenanglah. tariklah nafasmu dulu.
Tuhan sengaja menitipkan cinta untuk menguatkan hati. tak peduli kisah akhirnya.
Hati yang mencinta memang selalu rakus untuk merindu. merindu memang tak pernah salah.
Cara Tuhan menunjukan rindu yang benar terkadang tak sama dengan yang kita punya.
Cinta, tak selamanya perlu diucapkan. Ini mungkin cara paling aman berjaga jika saja itu bukan cinta, mungkin nafsu.
Dan cinta yang diucapkan memang tak ada salahnya sama sekali. itu bisa memecah beban di hati.
Percayalah, Cinta itu bisa kita tanam, meski tak bisa dipaksa. Tuhan itu Maha Cinta, Pemilik Segalanya.
Jika Mencintai, mintalah pada Tuhan. Jika Bukan yang kau cintai yang Dia beri. Pasti Dia akan Menunjukkan orang yang mencintaimu. Jangan khawatir. Jika kau mencintai Tuhan, Bagaimana bisa Tuhan tak mencintaimu, tidak mungkin .

SDA. Wed, 21-10-2015