Sabtu, 23 Mei 2015

Pagi...

Pagi mengalir deras, lebih deras dari biasanya. Meski sedikit canggung burung-burung bernyanyi dengan gaya khas mereka. Aku sedari tadi mencoba memahami bahasa mereka, namun aku selalu gagal. Kau tahu, matahari selalu ramah hangatkan tiap insan. Kehangatan yang selalu dirindukan, selalu dinanti tiap anak manusia. Meski terkadang dikeluhkan beberapa oleh kita, karena seringainya yang keterlaluan. ini tahap baru dalam hidupku. setelah penjelajahanku selama ini. ini waktunya untuk serius menata masa. masa yang telah terlewati akan kujadikan bekalku menjalani hari-hari depan.
Pernah terbesit merasa bersalah atas apa yang telah kujalani, karena aku hanya menuruti senangnya hatiku. pikirku dulu, semakin banyak tempat aku kunjungi berbanding lurus dengan kesenangan yang kudapat/. dan semua itu benar adanya. seberapapun biaya yang telah aku habiskan tak pernah menjadi beban pikiranku. hhingga aku sendiri dengan //bangga menyematkan kata "musafir" dalam diriku/. semua itu mengharuskanku selalu berpindah tempat dari satu ke yang lainnya. Aku sangat merasa puas ketika memiliki banyak sekali teman, kondisi, suasana baru. /pikirku, kemana aku pergi aku akan menemukan teman. 
Aku masih punya mimpi berkunjung ke lebih banyak tempat lagi di indonesia. di tanah yang begitu luas ini. tanah yang menawarkan berjuta buaian yang mmenjelma menjadi banyak hal. pantai di indonesia, gunung di indonesia, budaya di indonesia, bahasa di indonesia. mungkin tak cukup aku habiskan umurku untuk mempelajari semuanya. it's just too much. setiap jengkal tempat di tanah ini punya bahasa beda, logat berbeda, yang hanya bisa mengundang decak kagum. ingin sekali aku berteriak kepada dunia. "inilah Indonesia, bumi pertiwiku dengan segala keindahannya, tanah airku tersayang, negeri bertabur surga dunia, negeri terkaya dengan warisan sumber dayanya".

Indonesiaku sayang, Indonesiaku malang.

Tentang hariku, aku juga punya mimpi untuk bisa melakukan hal-hal kecil untuk Indonesiaku. namun untuk sementara aku simpan dahulu hingga waktunya tiba untuk memulai semuanya. mungkin mimpiku terlalu besar, tapi aku tak peduli. mimpiku masih mencari jalan mana yang harus ditempuh. orang bilang jangan takut bermimpi, tapi jangan kabur dari usaha mewujudkan mimpi. Usaha yang kita lakukan akan setinggi dan sekeras mimpi kita. apakah sudah bisa bedakan antara mimpi, hidup dan tidur. apakah kita sudah benar-benar hhidup. ataukah kita sedang benar-benar bermimpi. dan apakah mereka sudah benar-benar mati. Ah semakin membingungkan jika dibahas lebih jauh. 

TPJ, Sidoarjo 23-05-2015

Selasa, 19 Mei 2015

Please, Don't be hurry!!!
 
Orang memaknai hidup dengan banyak cara. ini sangat mungkin terjadi karena setiap kepala memiliki isi yang berbeda. setiap insan tentu saja memiliki pengetahuan yang berbeda. pengetahuan inilah yang menghasilkan cara pandang yang berbeda pula. demikian pula dengan tindakan. tindakan manusia menunjukkan cara pandang mereka sekaligus pengetahuan mereka, hal ini di karenakan manusia memang baru bisa melakukan apa yang telah mereka ketahui. hal itu bisa mereka dapatkan dengan cara mengalami sendiri, atau karena melihat kejadian tersebut, mungkin juga bisa tercipta karena hanya mendengar. 
Manusia pastinya menganggap benar terhadap segala yang hanya telah mereka ketahui. di posisi ini kita memang seharusnya jangan semena-mena menghakimi orang lain. karena memang sangat mungkin hal-hal itulah yang mereka anggap sudah benar. tugas kita disini sebisa mungkin memberikan informasi yang baru dimana penjelasan kita tidak membuat mereka tersinggung karena ketidak tahuan mereka. karena sebenarnya sifat kebanyakan manusia tidak terlalu senang jika merasa digurui (atau mungkin hanya sifat penulis sendiri), ya tentunya pembaca bisa mencari jawabannya sendiri.apakah ada dalam diri pembaca atau tidak, tapi saya harap mudah-mudahan hanya dari sikap penulis saja. 
Setiap pendapat manusia, akan lebih baik jika kita bersabar menunggu penjelasan atas setiap pendapat tersebut. kita juga tidak boleh merasa bahwa cara pandang kita sudah paling benar. ini adalah penyakit yang paling sulit di sembuhkan. kita menjadi bijaksana manakala kita bisa bersifat terbuka atas semua pendapat yang kita terima. sungguh kritikan itu terkadang perih di telinga meski tak terlihat lukanya. tapi yakinlah setiap kritikan yang membangun pasti akan membawa kita menuju yang lebih baik. kita juga harus jeli dalam menerima kritikan. ada kritikan yang membangun seperti yang penulis sampaikan sebelumnya, kita harus senang menyambut kritikan tersebut. itu tandanya si pemberi kritik memberi perhatian kepada kita yang artinya menginginkan kita lebih baik lagi. kritikan yang selanjutnya adalah kritikan yang menjatuhkan, terkadang membuat kita down, merasa kehilangan percaya diri kita. tapi kita harus berusaha mengabaikan kritikan yang seperti ini. yakini diri anda sendiri bahwa anda mempercayai diri anda. jangan pedulikan orang lain mempercayai anda atau tidak. karena yang terpenting adalah anda mempercayai diri sendiri, bukannya begitu. coba deh di renungkan dulu. 

TPJ, Sidoarjo, 10:50, 19 mei 2015