Pagi...
Pagi mengalir deras, lebih deras dari biasanya. Meski sedikit canggung burung-burung bernyanyi dengan gaya khas mereka. Aku sedari tadi mencoba memahami bahasa mereka, namun aku selalu gagal. Kau tahu, matahari selalu ramah hangatkan tiap insan. Kehangatan yang selalu dirindukan, selalu dinanti tiap anak manusia. Meski terkadang dikeluhkan beberapa oleh kita, karena seringainya yang keterlaluan. ini tahap baru dalam hidupku. setelah penjelajahanku selama ini. ini waktunya untuk serius menata masa. masa yang telah terlewati akan kujadikan bekalku menjalani hari-hari depan.
Pernah terbesit merasa bersalah atas apa yang telah kujalani, karena aku hanya menuruti senangnya hatiku. pikirku dulu, semakin banyak tempat aku kunjungi berbanding lurus dengan kesenangan yang kudapat/. dan semua itu benar adanya. seberapapun biaya yang telah aku habiskan tak pernah menjadi beban pikiranku. hhingga aku sendiri dengan //bangga menyematkan kata "musafir" dalam diriku/. semua itu mengharuskanku selalu berpindah tempat dari satu ke yang lainnya. Aku sangat merasa puas ketika memiliki banyak sekali teman, kondisi, suasana baru. /pikirku, kemana aku pergi aku akan menemukan teman.
Aku masih punya mimpi berkunjung ke lebih banyak tempat lagi di indonesia. di tanah yang begitu luas ini. tanah yang menawarkan berjuta buaian yang mmenjelma menjadi banyak hal. pantai di indonesia, gunung di indonesia, budaya di indonesia, bahasa di indonesia. mungkin tak cukup aku habiskan umurku untuk mempelajari semuanya. it's just too much. setiap jengkal tempat di tanah ini punya bahasa beda, logat berbeda, yang hanya bisa mengundang decak kagum. ingin sekali aku berteriak kepada dunia. "inilah Indonesia, bumi pertiwiku dengan segala keindahannya, tanah airku tersayang, negeri bertabur surga dunia, negeri terkaya dengan warisan sumber dayanya".
Indonesiaku sayang, Indonesiaku malang.
Tentang hariku, aku juga punya mimpi untuk bisa melakukan hal-hal kecil untuk Indonesiaku. namun untuk sementara aku simpan dahulu hingga waktunya tiba untuk memulai semuanya. mungkin mimpiku terlalu besar, tapi aku tak peduli. mimpiku masih mencari jalan mana yang harus ditempuh. orang bilang jangan takut bermimpi, tapi jangan kabur dari usaha mewujudkan mimpi. Usaha yang kita lakukan akan setinggi dan sekeras mimpi kita. apakah sudah bisa bedakan antara mimpi, hidup dan tidur. apakah kita sudah benar-benar hhidup. ataukah kita sedang benar-benar bermimpi. dan apakah mereka sudah benar-benar mati. Ah semakin membingungkan jika dibahas lebih jauh.
TPJ, Sidoarjo 23-05-2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar